Text
Banterang Surati
Cerita "Banterang Surati" berasal dari Jawa Timur. Cerita ini mengisahkan Raden Banterang, lelaki yang gagah berani dan pandai berburu. Ketika ia berada di sebuah sungai, ia bertemu dengan Surati. Surati adalah seorang putri raja yang menyelamatkan diri karena kerajaanmya telah dikuasai oleh kerajaan lain. Raden Banterang pun menyelamatkan Surati dan menikahinya. Pada suatu hari, Surati mengetahui bahwa suaminya lah yang telah mencelakai ayahnya. Kakak Surati, Rupaksa, menemuinya dan mengajaknya mencelakai Raden Banterang. Namun, Surati menolak ajakan tersebut karena merasa telah berhutang budi kepada suaminya. Rupaksa sangat kesal lalu pergi menemui Raden Bantering dan menghasutnya bahwa Surati akan mencelakainya. Surati berusaha meyakinkan suaminya, tetapi Raden Banterang tidak percaya. Sebelum Surati menceburkan diri ke sungai, ia mengatakan jika sungai ini harum maka ia tidak berbohong, tetapi jika sungai ini keruh maka ia berbohong. Surati menceburkan diri ke dalam sungai dan air sungai berubah menjadi harum dan jernih. Sejak saat itulah sungai Surati diberi nama 'Sungai Banyuwangi'.
.
Cerita ini mengajari kita untuk tidak menerima berita yang beredar sebelum mencari tahu sendiri akan kebenaran berita. Sesal selalu akan datang belakangan. Oleh karena itu, bersikap cerdas, teliti, dan bijak menjadi hal yang penting dalam mengambil keputusan.
| E00142 | 398.209 598 2 Vid b | Perpustakaan SMPN 2 Jetis | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain